• Demo Image
     
  • Demo Image
  • Demo Image
  • Demo Image

Total Lapangan yang telah di perbaiki : 0  |   Total dana yang terkumpul : Rp. 2.400.000

Dare To Shine ?

Jakarta, Ball Star News - LA Streetball , event tahunan ini selalu menjadi salah satu event yang di tunggu-tunggu para streetballers di seluruh Indonesia. Demi sebuah harapan memajukan streetball, tidak saja peraturan yang kerap berubah di setiap tahunya namun sudah pasti tema. Tahun ini mereka mengusung tema “Dare To Shine”. Maksud tema ini adalah membuat para streetballers untuk berani lebih bersinar dan lebih memaksimalkan peraturan yang ada. Namun perubahan yang sangat signifikan di LAS tahun ini adalah menggunakan 1 ring. Ya betul, dari lima lawan lima menjadi 3 lawan 3.

 

Permainan streetball di Indonesia adalah adaptasi dan perkembangan dari permainan bola basket dimana termasuk dalam kategori olahraga bola besar beregu. Beregu atau tim berarti permainan ini dimainkan oleh satu tim dimana berarti lebih dari 1 orang.

Lalu apa masalah dari 3on3 LAS tahun ini? Ya sangat bermasalah karena komunitas membentuk tim agar semaksimal mungkin memberikan kesempatan bermain untuk setiap anggota komunitasnya yang ingin berpartisipasi. Awalnya LAS memberikan kesempatan 8 orang pemain setiap tim termasuk cadangan untuk berlaga dan menunjukan hasil latihannya. Jika satu tim hanya memperbolehkan 4 orang, lalu bagaimana nasib beberapa pemain yang harus merelakan untuk tidak bermain bersama lagi.

Membagi 2 tim bukan lah sebuah jawaban yang kongkrit. karena didalam sebuah tim bukan hanya ada skill tapi kebersamaan, kerja sama dan juga ke harmonisan dalam tim yang mereka berusaha memaksimalkan selama 1 tahun. Jika itu merupakan sebuah nasib bagi komunitas & pemainnya, bagaimana dengan yang biasa menurunkan 2 hingga 3 tim, apakah mungkin semuanya dapat kesempatan untuk bermain atau menjadi nasib mereka lagi. Karena belum tentu pemain yang tidak masuk dalam tim inti akan menerima kalau mereka tahun ini hanya menjadi penonton. Membuat tim baru dengan nama komunitas baru bukanlah solusi yang terbaik karena dapat menghancurkan komunitas yang lama atau sebaliknya komunitas yang lama akan meremuk komunitas yang baru karena merasa tidak ada loyalitas. Namun perubahan ini menjadi kabar gembira bagi mereka para 'bounty hunter' yang tak mengenal loyalitas terhadap satu komunitas.

Terkadang perubahan itu perlu tapi tak semua perubahan itu baik. Mungkin ada tujuan atau agenda yang tidak atau belum dipahami oleh banyak komunitas streetball di Indonesia yang dilakukan oleh pihak sponsor & pelaksana dengan merubah dari 5 lawan 5 menjadi 3 lawan 3 yang begitu mirip dengan 3on3 biasa atau sekarang bernama 3x3 yang sedang dipopulerkan oleh Pro Mild (Gudang Garam).

Semoga komunitas di Indonesia khususnya para pelaku streetball tidak patah semangat untuk tetap memerjuangkan & mempopulerkan olahraga streetball. Maju terus Streetball Indonesia!